Semoga tetap istiqomah

12407330_662671910541976_1734540815_n

Sumber Gambar: http://www.imgrum.org/user/khairunnisa6990/2176590272/1180247200752747909_2176590272

Banyak sekali orang yang gagal di tiap harinya. Namun tak semua mendapatkan hidayah atas kejadian yang menimpanya. Seringkali tersadar atas kesalahan yang dilakukannya. Sadarlah, itu adalah sebuah anugerah.

Saya percaya. Bahwa, setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Tapi, apalah arti sebuah pemberian jika tak kita terima. Sejatinya, hidayah itu di jemput bukan di tunggu. Karena itulah kita sebagai manusia perlu kesadaran yang mendalam untuk mencari hidayah di setiap scene kehidupan.

Seringkali kegagalan membuat orang tersadar. “Aku ingin taubat!” Dikatakan oleh seorang pemuda yang tersadar karena seringkali mabal, nge-drug, merokok dan akhirnya tidak naik kelas. Syukurilah, pemuda itu lebih beruntung daripada pemuda yang merasa bahwa kebiasaan buruknya tak ada masalah.

Tapi, seringkali kesadaran itu hanya bersifat sementara. Mungkin sebulan masih berkomitmen untuk berubah. Tapi setelah itu lupa dan kembali ke jalan yang salah. Ngeri jadinya kalo kita dekat kepada Allah HANYA ketika kita pada kondisi terendah. Ketika kita gagal, sakit, miskin, bodoh lalu kita mendekatkan diri kepada-Nya. Memang tak salah. Tapi, yang lebih luar biasa adalah… Ketika kita tetap istiqomah, senantiasa berada di jalan-Nya dan tetap mendekatkan diri kepada-Nya meski dalam kondisi kaya, sehat dan pintar.

Manusia normal mana yang tak ingin kebiasaan baiknya tetap terjaga, manusia normal mana yang ingin kesesatan merajalela pada diri-Nya, tak ada bukan? Kurasa hampir seluruh manusia Normal menginginkan kebiasaan baik pada diri-Nya. Karena, Good habit will make a good thing come to you.

Bersyukurlah, ujian adalah salah satu tanda Allah mencintai hambanya.

Rasulullah saw bersabda : ”Jika Allah mencintai seorang hamba maka Allah berikan cobaan baginya. Dan jika Allah mencintainya dengan kecintaan yang sangat maka Allah akan mengujinya.”

Para sahabat Nabi bertanya : ”Apakah ujiannya?”

Rasulullah saww menjawab : “Tidak sedikit pun Allah tinggalkan baginya harta dan anak”

Tak jarang kita resah dan marah. Melihat orang itu memakai baju bagus sedang kita tidak. Melihat orang ini memiliki kebebasan waktu sedangkan kita disibukan oleh pekerjaan rumah tangga. Ketahuilah kebutuhan dan ujian orang umumnya berbeda. Seorang ibu yang menantikan buah hatinya lahir, seorang remaja yang ingin lolos masuk perguruan tinggi, seorang sarjana yang ingin bekerja, seorang pria yang tak kunjung mendapat pasangan… Saya yakin setiap manusia memiliki ujian yang berbeda di setiap fase hidupnya.

Ketika titik terendah menghampiri, coba evaluasi dan sadarkan diri. Bahwa sesungguhnya Allah ingin melihat kamu berubah dan menuntunmu ke jalan yang benar.

Semoga tetap istiqomah! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s